Bayangkan saja beliau adalah seorang hamba sahaya atau sering disebut juga sebagai budak belian yang harus mengikuti perintah dari tuannya yang kebetulan pada saat itu tuannya adalah Umayah bin Khalaf seorang kafir yang sangat membenci ajaran islam, setelah mengetahui bahwa budaknya yaitu Bilal memeluk islam bukan main murkanya Umayah sehingga sering kali menyiksa Bilal hanya sekedar untuk memurtadkan Bilal.
Bilal sekalipun berkulit hitam, memiliki hati yang putih dan jernih terutama jika menyangkut keimanannya terhadap Alloh dan RosulNya, bagaimana tidak sekalipun dirinya disiksa yang hampir menghilangkan nyawanya, lisan dan hatinya tak pernah berkompromi mencoba menyekutukan Alloh Subhanahu Wata'ala.
Suatu ketika Bilal disiksa di bawah teriknya matahari gurun pasir yang gersang, ditambah lagi batu besar dihimpitkan di perutnya, akan tetapi dimulutnya hanya terucap kalimat tauhid "ahad ahad", hal ini menambah geram sang tuan Ummayah bin Khalaf yang semakin menjadi jadi mendengar kalimat tersebut, dia menawarkan melepaskan Bilal jika beliau mau mengikuti perkataan Ummayah untuk memuji nama berhala latta dan uzza dan murtad kembali ke ajaran nenek moyang, namun tak disangka sangka bilal hanya menjawab dengan suara lirihnya bahwasanya lisannya tidak bisa mengucapkan selain berzikir pada Alloh, bukan main marahnya Ummayyah mendengar perkataan itu dan menambah siksaannya.
Tak lama berselang Alloh menghendaki Abu Bakar Ash Sidiq RodiAllohu anhu, menyaksikan kejadian tersebut, hati beliau menjadi iba dan memutuskan untuk memerdeka Bilal dengan cara membelinya dari Umayyah. Namun tak disangka Umayyah malah menolak sambil menawarkan harga yang berkali kali lipat dari harga pasaran, namun Abu Bakar tetap membelinya kemudian memerdekakannya. SubhanAlloh demikianlah keimanan para sahabat bintang bintang surga, keimanan mereka tiada tanding hingga akhir zaman, dimata mereka harta tidaklah sebanding dengan keimanan kepada Alloh dan Rosulnya, kisah ini mengajarkan kita betapa keimanan membutuhkan kesabaran layaknya Bilal bin Robah dan juga menbutuhkan pengorbanan materil seperti yang dilakukan Abu Bakar As Shidiq. Wallohu a'lam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar