"ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 𝕬𝖍𝖑𝖆𝖓 𝖜𝖆𝖘𝖆𝖍𝖑𝖆𝖓 𝖘𝖊𝖑𝖆𝖒𝖆𝖙 𝖉𝖆𝖙𝖆𝖓𝖌 𝖉𝖎 𝖇𝖑𝖔𝖌 𝖎𝖓𝖎, 𝖘𝖊𝖒𝖔𝖌𝖆 𝖇𝖊𝖗𝖒𝖆𝖓𝖋𝖆𝖆𝖙"

Sabtu, 31 Januari 2026

Penyiksaan terhadap pengikut Nabi

 Setelah islam diumumkan secara masif dan terang-terangan maka secara alamiah banyaklah orang yang terpikat dengan ajaran islam yang dibawakan Rosululloh, umumnya mereka yang tersisihkan dari kalangan terpandang Mekah dan orang-orang miskin banyak yang memeluk islam, karena hanya diislam lah mereka dihargai sebagai manusia, kesetaraan dimata Alloh subhanahu wata'ala juga mendapatkan keadilan yang hakiki.

Dari hari kehari dakwah Rosul berjalan dengan lancar, hingga akhirnya pengikut beliau makin banyak yang mana menimbulkan kedengkian dihati kalangan kafirin dan musyrikin Mekah pada saat itu, bukan hanya Rosululloh yang mendapatkan intimidasi dan ancaman kini pengikut beliaupun ikut menjadi sasaran kaum kafirin Mekah hal ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya agama islam di tanah Mekah.

Sebutlah Amr bin Yasir seorang pemeluk islam yang mendapatkan penyiksaan bukan hanya dirinya seorang perlakuan yang keji juga terjadi kepada kedua orang tuanya, Sahabat Amr dipaksa keluar dari keislamannya (murtad) dengan jalan ancaman pembunuhan terhadap ibu dan ayahnya, pertama tama ibunya disiksa dan kemudian ditusuklah  oleh orang kafir memakai tombak hingga beliau mati syahid seketika, Amr mulai goyah lidahnya meski hatinya tetap teguh menggenggam agama Alloh tetapi sebagai manusia biasa dirinya tak tega melihat orang tuanya diperlakukan layaknya hewan tak manusiawi sekali, air mata bercucuran tak tahan kini ayahnya hendak dibunuh akhirnya dengan berat hati Amr mengiyakan apa yang dikatakan para kafir tersebut, al hasil sekalipun telah dikabulkan untuk keluar islam namun tetap saja sang ayah dibunuh juga, sungguh kekejaman yang sangat keji, maka bertambah tambahlah kesedihan Amr, dia pun ditinggal pergi oleh kafirin Mekah setelah itu.

Amr bin Yasir merasa gundah gulana apakah sekarang, apakah dirinya masih seorang muslim ataukah kafir setelah mengucapkan perkataan yang diperintahkan orang kafir, akhirnya dirinya memutuskan untuk bertanya langsung kepada baginda Rosul mengenai statusnya sekarang, dan kabar gembira bagi Amr bahwasanya dirinya masihlah seorang muslim dikarenakan hatinya yang masih beriman pada Alloh dan Rosulnya, peristiwa inilah yang menjadi dasar hukum bahwasanya seseorang tidaklah keluar islam jika dalam kondisi tertekan atau dipaksa seseorang untuk murtad maka dia selamat atas kemurtadan meskipun secara zohir melakukan perbuatan yang bisa mengeluarkan dirinya dari islam seseorang.Wallohu a'lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar