"ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 𝕬𝖍𝖑𝖆𝖓 𝖜𝖆𝖘𝖆𝖍𝖑𝖆𝖓 𝖘𝖊𝖑𝖆𝖒𝖆𝖙 𝖉𝖆𝖙𝖆𝖓𝖌 𝖉𝖎 𝖇𝖑𝖔𝖌 𝖎𝖓𝖎, 𝖘𝖊𝖒𝖔𝖌𝖆 𝖇𝖊𝖗𝖒𝖆𝖓𝖋𝖆𝖆𝖙"

Jumat, 30 Januari 2026

Dakwah secara terang- terangan

 

Setelah tiga tahun lamanya Rosululloh berdakwah secara sembunyi-sembunyi akhirnya tiba saat ketika Rosul diharuskan berdakwah secara terang-terangan, hal ini ditegaskan dengan turunnya wahyu surah Al Hijr ayat 94. Inilah saatnya islam diketahui semua umat manusia terutama mayarakat Mekah pada saat itu. Alloh Maha mengetahui bahwasanya para pengikut nabi meski belum banyak telah kuat dari sisi keimananya sehingga sudah waktunya menerima ujian ujian keimanan yang lebih dahsyat untuk kedepannya.

Rosululloh naik kebukit Shafa dan menyerukan panggilan keseluruh penduduk Mekah terutama kaum Quraish yang masih ada hubungan kerabat dekat dengan beliau, tak ayal berbondong bondonglah masyarakat Mekah pada saat itu menghampiri Rosul, mereka penasaran barangkali ada kabar yang sangat penting yang akan disampaikan beliau tak terkecuali sang paman baginda Rosul Abul Uzza alias Abu Lahab bin Abu Tholib dikenal bersahabat dengan Abu Jahal yang mana nantinya mereka akan menjadi musuh yang sangat memerangi Rosululloh Sholollohu alaihi wasalam.

Masyarakat yang sangat mempercayai Rosul bahkan jika saat itu beliau mengabarkan dibalik bukit terdapat musuh yang akan menyerang Mekah sekalipun kali ini dibuat tertegun ketika mendengar khotbah Rosul mengenai ketauhidan dan keimanan yang mengajak sekalian manusia hanya harus menyembah Alloh Subhanahu wata'ala, beriman pada Malaikat Alloh, beriman pada kitabulloh juga beriman kepada para utusan Alloh Subhanahu wata'ala, menjauhi kesyirikan menyembah berhala yang tidak memberi kemanfaatan apalagi kemudorotan bagi manusia.

Ajaran ini sungguh sangat asing ditelinga masyarakat Arab khususnya Mekah, mereka memang mengenal Alloh Subhanahu wata'ala sebagai Tuhan, namun pada peraktiknya mereka menyembah berhala berhala yang diwariskan, mereka mengenal Nabi Ibrohim alaihissalam akan tetapi mereka tidak pernah mengamalkan syariatnya, wajar saja jarak antara Nabi Muhammad dan Nabi Ibrohim sangatlah jauh terpaut hingga ribuan tahun, sudah sangat lazim ajarannya mulai dilupakan umat manusia, akan tetapi mengenai para malaikat dan kitabulloh mereka sama sekali tak paham mengapa mereka harus mengimaninya.

Ditengah keraguan, kekaguman dan kekagetan penduduk Mekah, berdirilah Abu Lahab dirinya dengan sangat lantang menentang Rosul, bahkan Abu jahal menganggap Rosul telah gila sehingga membuat penduduk Mekah terbelah antara yang beriman kepada Rosul dan tidak sedikit yang menafikannya, sungguh prilaku yang tidak beradab mengingkari utusan Alloh dan wahyu yang disampaikan sama seperti memusuhi Alloh Subhanahu wata'ala tak heran Alloh subhanahu wata'ala menghinakan abu Jahal dengan turunnya surah Al lahab. Wallohu a'lam

2 komentar: