Sebagai penuntut ilmu kita harus memposisikan diri kita seolah olah gelas yang kosong yang mana gelas kosong ini menganalogikan diri kita supaya siap dalam rangka menerima ilmu dari guru, sehingga ilmu yang diajarkan bisa langsung diterima oleh kita.
Gelas kosong bukan berarti otak yang kosong, sebab bagaimanapun ilmu perlu juga diserap dan dipahami oleh kita, gelas kosong mengindikasikan bahwa kita tidak menganggap lebih pintar dan bijaksana dari guru yang hendak mengajari kita. Janganlah bersikap congkak dan tidak menghormati guru, sekalipun guru tersebut memiliki kekurangan secara fisik, sebab ilmu kita tidak akan menjadi berkah sekalipun kita menjadi orang yang pintar.
Jadilah seorang penuntut ilmu yang bertatakrama memiliki sopan santun, mengajukan pertanyaan terhadap sesuatu masalah yang belum dipahami dengan santun sehingga tidak menyinggung perasaan guru.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar