Setelah bertahun tahun ditinggal suaminya ibunda Aminah akhirnya memutuskan untuk mengajak Nabi untuk menziarahi makam ayahnya ayahanda Abdullah di yatsrib yang sekarang dikenal dengan Madinah karena dirasa Nabi sudah cukup besar untuk melakukan perjalanan jauh dari Mekah ke Yastrib, tak sendirian mereka pun ditemani pelayan setianya yang bernama Aiman dan diriwayat lain sang kakek Abdul Mutholib ikut meyertainya.
Sesampainya dimakam Abdulloh rombongan Nabi sekeluarga mendo'akan dan sekaligus melepas kerinduan meskipun nabi tak pernah menjumpai ayahandanya semasih hidup hal itu sudah cukup untuknya sebagai bentuk bakti kepada orang tuanya.
Setelah beberapa lama akhirnya rombongan Nabi memutuskan untuk kembali ke Mekah, namun ditengah perjalanan kesehatan Ibunda Aminah menurun dan sakit kemudian beliau meninggal dunia dalam perjalanan pulang ke Mekah, inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.
Bukan main sedihnya Nabi diusia yang masih belia harus kehilangan kedua orang tuanya, tapi ini adalah kehendak Alloh Subhanahu wata' ala agar kelak Nabi cukup bergantung kepada Alloh subhanahu wata'ala karena tugas sebagai Nabi dan Rosul adalah sesuatu yang sangat berat rintangannya.
Setelah ibundanya wafat nabi kini diasuh oleh sang kakek Abdul Mutholib tentunya beliau sangat menyayangi dan melindungi Nabi melebihi kecintaannya kepada anak anaknya, hanya saja beliaupun akhirnya wafat setelah dua tahun kematian ibundanya,inna lillahi wa inna ilaihi rojiun, setelah sang kakek meninggal akhirnya Nabi diasuh oleh pamannya Abu Tholib bin Abdul Mutholib, ia pun sangat menjaga Nabi kita apabila ada yang mau mengganggunya.
Namun pamannya Abu Tholib memiliki banyak anak sehingga Nabi membantu pamannya dengan cara menggembalakan kambing untuk mendapatkan upah darinya dengan demikian Nabi secara tidak langsung meringankan beban pamannya. Layaknya para Nabi dan Rosul sebelumnya merekapun Alloh takdirkan menggembala sebagai bentuk latihan sebelum terjun mengurus umat manusia. Wallohu a'lam


👍🙏
BalasHapusTararngkyu lurr
BalasHapus