"ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 𝕬𝖍𝖑𝖆𝖓 𝖜𝖆𝖘𝖆𝖍𝖑𝖆𝖓 𝖘𝖊𝖑𝖆𝖒𝖆𝖙 𝖉𝖆𝖙𝖆𝖓𝖌 𝖉𝖎 𝖇𝖑𝖔𝖌 𝖎𝖓𝖎, 𝖘𝖊𝖒𝖔𝖌𝖆 𝖇𝖊𝖗𝖒𝖆𝖓𝖋𝖆𝖆𝖙"

Selasa, 20 Januari 2026

Perjalanan Nabi sejak dikandungan

 Sewaktu ibunda Aminah tengah hamil dua bulan sebuah kabar duka terdengar bahwasanya ayahanda Nabi Muhammad Sholollohu alihi wasalam yang bernama Abdullah bin Abdul Mutholib telah wafat, maka yatimlah nabi kita semenjak masih didalam kandungan, inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.

Hari demi hari ibunda Aminah mengandung nabi kita Muhammad hingga akhirnya terlahirlah manusia paling mulia yakni Nabi kita Muhammad Sholollohu alaihi wasalam, beliau sudah memiliki ciri ciri kemuliaan nabi akhir zaman sejak masih bayi.

Sesuai dengan adat istiadat pada masa itu setiap bayi yang terlahir harus di disusui oleh ibu susu tak terkecuali nabi kita yang biasanya berasal dari luar mekah dengan tujuan agar bayi mampu mengucapkan bahasa Arab dengan fasih.

Sebutlah Halimah as sa'diyah beliau merupakan ibu susu nabi yang berasal dari bani Sa'ad salah satu qobilah yang masih terjaga dalam hal budaya arabnya.

Ketika memutuskan untuk menjadi ibu susu nabi, Halimah pada saat itu sangatlah miskin bahkan diceritakan dirinya itu berperawakan kurus akan tetapi atas berkah menyusui nabi badannya menjadi subur dan memiliki cukup ASi untuk disusukan, disamping itu keluarganya berangsur angsur menjadi serba kecukupan sehingga menjadi orang yang tidak kekurangan dari segi perekonomian hal inilah yang menyebabkan Ibunda Halimah sangat menyayangi Nabi kita.

Hingga suatu hari ketika Nabi menginjak usia keempat tahun, beliau sedang bermain dengan teman sebayanya tiba tiba didatangi seorang lelaki yang kemudian langsung membedah dada Nabi Sholollohu alaihi wasalam yang mana kejadian tersebut disaksikan oleh teman temannya yang kemudian langsung berhamburan berlarian ada yang langsung ke rumah Halimah dan menceritakan apa yang telah terjadi pada nabi Muhammad Sholollohu alaihi wasalam, namun setelah diperiksa ternyata Nabi sudah dalam keadaan baik baik saja, akan tetapi peristiwa tersebut membuat Halimah menjadi risau akan keselamatan Nabi sehingga ia memutuskan untuk memulangkan Nabi kembali kepada ibunya yakni Ibunda Aminah.

Belakangan diketahui bahwasanya yang membedah Nabi adalah Malaikat yang diperintahkan Alloh Shbhanahu wata'ala untuk membersihkan hati Nabi dari sifat sifat keburukan yang biasa menempel pada manusia sehingga menjadikan Nabi Muhammad sebagai seorang yang ma'shum terhindar dari keburukan yaitu salah satu sifat yang wajib adanya pada seorang Nabi sekaligus Rosul. Selain itu juga sebagai persiapan untuk menerima wahyu dikemudian hari. Wallohu a'lam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar