"ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ 𝕬𝖍𝖑𝖆𝖓 𝖜𝖆𝖘𝖆𝖍𝖑𝖆𝖓 𝖘𝖊𝖑𝖆𝖒𝖆𝖙 𝖉𝖆𝖙𝖆𝖓𝖌 𝖉𝖎 𝖇𝖑𝖔𝖌 𝖎𝖓𝖎, 𝖘𝖊𝖒𝖔𝖌𝖆 𝖇𝖊𝖗𝖒𝖆𝖓𝖋𝖆𝖆𝖙"

Rabu, 11 Februari 2026

Peristiwa isra wal mi'raj

Setelah mengalami ujian yang bertubi tubi,mulai dari diboikotnya Rosul beserta pengikut pengikutnya kaum muslimin kurang lebih tiga tahun lamanya, ditambah lagi meninggalnya dua pelindung Rosul, lebih lebih perlakuan keji yang dilakukan bani Tsaqif di Thoif menyisakan kesedihan dihati baginda Rosul, Alloh Subhanahu wata'ala memberikan hiburan kepada Rosul, Allah mengabarkan mengenai peristiwa yang tak akan terlupakan sepanjang zaman dimana saat itulah Alloh Subhanahu wata'ala memberikan hadiah kepada RosulNya berupa perintah sholat lima waktu yaitu waktu waktu mustajab dimana seorang hamba berinteraksi dengan TuhanNya.

Dikisahkan baginda Rosul diperintahkan ber isro dari masjidil harom yang terletak di Mekah menuju Masjidil aqso diYarussalem kurang lebih berjarak 1.500 km yang mana hanya bisa ditempuh selama 40 hari menggunakan unta pada saat itu, namun dengan mukjizat yang Alloh berikan berupa buroq Rosul bisa melakukannya hanya sekedip mata saja,SubhanAlloh. Rosul ditemani malaikat jibril menuju kiblat pertamanya umat muslim sedunia yakni masjidil aqso dimana beliau dipertemukan oleh Alloh dengan seluruh anbiya wal mursalin kemudian dengan kehendak Alloh Rosululloh Muhammad Sholollohu alaihi wasalam menjadi imam sholat sebelum kemudian melaksanakan mi'raj ke sidrotul Muntaha langit ketujuh dimana Alloh bertajali dihadapan Rosul, Menjadinya Nabi Muhammad imam pada saat itu menandakan derajat luhur nabi kita yang mana Alloh menjadikannya pemimpin para nabi dan rosul  sekaligus nabi penutup hingga akhir kiamat, seyogyanya kita bangga sebagai umatnya meski terlahir belakangan dan berumur tidak sepanjang umat nabi lainnya akan tetapi menjadi umat terbaik sepanjang masa.Wallohu a'lam

Jumat, 06 Februari 2026

Berdakwah ke Thaif

 Karena kerasnya pertentangan kafirin Mekah yang dipelopori suku Quraish menyebabkan lemahnya para pengikut nabi, banyak diantaranya yang disiksa sedemikian rupa, apalagi setelah meninggalnya Abu Tholib dan Khadijah, menjadikan mereka lebih semena mena terhadap Rosululloh, percobaan pembunuhan sering dilakukan tetapi atas kehendak Alloh semuanya digagalkan.

Melihat kondisi umat islam yang semakin memprihatinkan Rosulloh memutuskan untuk pergi mencari bantuan perlindungan sekaligus berdakwah kepada bani Tsaqif di Thoif yang berjarak kurang lebih sembilan kilo meter dari Mekah, Thoif menjadi tujuan Rosul untuk berdakwah dikarenakan merupakan kota kedua yang kuat setelah Mekah didataran Arab, berbeda dengan Mekah yang gersang di Thoif suasana yang sejuk dan pepohonan yang hijau dapat ditemui karena lokasinya didataran yang tinggi sehingga buah anggur menjadi komoditas yang cukup populer disana.

Rosululloh ditemani oleh sahabat bernama Zaid bin Haritsah memulai perjanan berjalan kaki dari Mekah ke Thoif dengan harapan mendapatkan perlindungan disertai dakwah yang lebih sukses ketibang di Mekah pada saat itu, namun kenyataan berkata lain setelah sampai ke Thoif Rosul dan sahabat Zaid menemui para pembesar pimpinan bani Tsaqif yang memang penyembah berhala. Rosul berdakwah dihadapan mereka dan mendapatkan penolakan yang keras bukan hanya itu mereka menyuruh masyarakat Thoif untuk mengusir Rosul sembari melempari dengan batu. Tak tahan dengan lemparan batu batu penduduk Thoif yang muda dan tua ikut melempari Rosul hingga mengenai Rosul dan berdarah, disanalah Alloh mengirim malaikat untuk membantu Rosul memusnahkan bani Tsaqif yang melampaui batas jikalau saja darah Rosul jatuh ditanah Thoif namun Rosul menolak tawaran malaikat dan justru memilih berbesar hati dan berdo'a kepada Alloh subhanahu wata'ala semoga keturunan dari penduduk Thoif yang dzalim itu menjadi orang yang beriman, dan do'a itu terbukti dikabulkan Alloh dikemudian hari.

Melihat Rosul berdarah terkena lemparan batu Zaid segera memapah Rosul menjauhi orang orang yang hendak mencelakai itu jauh hingga ke tempat yang lebih aman disebuah kebun anggur milik Utbah dan Syaibah mereka berdua menyuruh Addas budaknya untuk memberikan anggur kepada Rosul yang sedang terluka, dan Addas terpukau setelah mendengar bahwa Rosul mengenal Nabi Yunus bin Matta yang berarti beliau benar utusan Alloh, setelah pengusiran penduduk Thoif akhirnya Rosul menemukan secercah harapan akan masa depan islam di Thoif setelah bertemu Addas. Wallohu a'lam

Rabu, 04 Februari 2026

Tahun kesedihan

 Tahun demi tahun dakwah Rosul kian lama makin penuh dengan tantangan dan ujian, kaum mukminin diharuskan menahan dan bersabar atas perilaku kaum musrikin mekah yang semena mena, akan tetapi pada tahun kesepuluh kenabian terjadi hal yang memilukan bagaimana tidak diwaktu yang berdekatan Rosulullah sholollohu alaihi wasalam kehilangan isteri tercinta ibunda Khadijah dan pelindung sekaligus pamannya Abu Tholib, inna lillahi wainna ilaihi rojiun

Kejadian ini membuat kaum kafirin sangat senang, dikarenakan ketika Khadijah dan Abu Tholib masih hidup mereka tidak bisa berbuat banyak untuk menindas dan melukai nabi secara langsung mengingat Khadijah seorang pedagang kaya yang membuatnya disegani masyarakat Mekah pada saat itu, juga pamannya yang seorang pembesar Mekah, sekalipun tidak memeluk islam tetapi beliau siap melindungi dan menjaga jikalau ada yang menghalangi dakwah Rosul.

Kematian kedua orang penting tersebut disebabkan karena pemboikotan yang dilakukan kaum kafirin terutama bani Quraish yang melarang terjadinya interaksi sosial dan ekonomi seperti pernikahan dan perdagangan dengan bani Tholib dan bani Hasyim juga menghadang apabila ada yang hendak memberikan bantuan berupa pasokan makanan dimana bani Hasyim dan Mutholib adalah keluarga terdekat nabi, kejadian ini cukup lama kurang lebih tiga tahunan yang membuat Rosul dan para sahabat tersiksa oleh kelaparan hingga akhirnya Alloh memberikan pertolongan dengan merusak perjanjian pemboikotan yang tergantung di ka'bah melalui rayap yang memakannya maka otomatis perjanjian pemboikotan berakhir dengan sendirinya, namun dampak dari kejadian itu ialah meninggalnya dua pelindung Nabi yang  membuat Rosul amatlah bersedih kendatipun beliau seorang Nabi dan Rosul, beliau juga seorang insan yang memiliki hati dan perasaan, ditambah tambah lagi perlakuan kafir Quraish yang bertambah berani melakukan penyiksaan secara fisik dan psikis.Wallohu a'lam