#Laman

Pages

Sabtu, 24 Januari 2026

Peristiwa pemindahan hajar aswad

 Saat Nabi berusia 35 tahun terjadilah bencana banjir yang menghantam Mekah sehingga menyebabkan kerusakan pada bangunan ka'bah pada saat itu, semua orang Mekah dari semua Kabilah berkumpul bersatu padu karena mereka yakin bahwasanya Ka'bah ialah bangunan suci yang harus mereka pertahankan dan lestarikan bersama sama.

Mula mula renovasi perbaikan bangunan ka'bah berjalan lancar mereka sepakat bahwasanya hanya harta halal yang diperbolehkan untuk memberi bangunan suci tersebut, tapi setelah menjelang akhir perampungan renovasi ka'bah terjadi perselisihan diantara para pemimpin kabilah, mereka masing masing merasa paling pantas untuk memindahkan batu suci hajar aswad, adalah batu suci yang Alloh turunkan kebumi yang pada awalnya putih bersinar namun menjadi hitam seiring waktu karena dosa dosa manusia, peristiwa pemindahan ini sampai sampai hampir terjadi pertumpahan darah pada saat itu.

Hingga suatu ketika mereka bersepakat bahwa orang yang paling pantas untuk memindahkan hajar aswad ialah Nabi Muhammad Sholollohu alaihi wasalam, karena sifat kejujuran dan keadilannya, dalam momen ini Nabi kita mengajarkan sebuah kebijaksanaan yang luar biasa kepada kita, alih alih langsung memindahkannya sendiri kesudut ka'bah beliau lebih memilih menghamparkan kain putih kemudian meletakan batu hajar aswad ditengahnya dan mempersilahkan masing masing ketua kabilah yang berselisih untuk mengangkatnya bersama sama, sungguh ide brilian yang membuat ketentraman dikalangan umat tanpa mendeskreditkan salah satu dari pihak yang bertikai.Wallohu a'lam

4 komentar:

  1. Mantap sahabat, hanya tinggal penulisannya saja, seperti imbuhan dan strip tanda pemisah untuk kata yang berulang.
    Lanjutkan.

    BalasHapus
  2. Hatur nuhun masukana, kedepan diperbaiki

    BalasHapus